Senin, 02 Mei 2011

ANALISIS KAITAN ANTARA PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN DENGAN POLITIK LUAR NEGERI


KAITAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN DENGAN POLITIK LUAR NEGERI

Politik Luar Negeri Memberi Sumbangan Nyata Bagi Pembangunan Nasional

Upaya-upaya diplomasi global dan regional akan diperkuat dengan diplomasi bilateral yang tangguh. Sejalan dengan semboyan ‘seribu sahabat tanpa musuh’, kebijakan luar negeri kita di tahun 2010 akan secara aktif berupaya ditingkatkan ke tataran yang lebih tinggi. Hubungan yang telah terjalin dengan negara-negara di seluruh penjuru dunia, Asia Pasifik, Afrika, Eropa dan Amerika, dalam kaitan ini disamping mendorong secara positif jalinan hubungan politik maupun hubungan antar masyarakat people to people contact akan ada pula upaya yang diperbaharui dan terarah untuk mendorong diplomasi ekonomi.
Promosi perdagangan, investasi dan pariwisata merupakan hal yang sangat penting dalam memastikan bahwa kebijakan politik luar negeri membawa sumbangan yang nyata bagi pembangunan nasional. Mekanisme politik luar negeri akan dikerahkan bagi pencapaian tujuan dimaksud. Perhatian khusus juga akan diberikan kepada diplomasi perbatasan guna mencapai kemajuan dalam penuntasan isu-isu yang masih ada terkait dengan penentuan demarkasi dan garis perbatasan dengan negara-negara tetangga melalui perundingan atau negosiasi. Yang tidak kalah pentingnya politik luar negeri di tahun 2010 akan memperhatikan apa yang kita sebut sebagai isu-isu yang intermestik, yaitu isu yang mencerminkan semakin kaburnya perbedaan antara isu internasional dan domestik.
Salah satunya adalah mengenai perlindungan Warga Negara Indonesia di luar negeri, khususnya Tenaga Kerja Indonesia. Kebijakan luar negeri Indonesia akan berupaya memastikan adanya pengakuan yang lebih baik mengenai hubungan yang saling menguntungkan antara negara pengirim dan negara penerima tenaga kerja, bahwa setiap tenaga kerja Indonesia sebenarnya telah memberikan kontribusi yang nyata bagi negara dimana dia bekerja, disamping pada saat yang sama juga menjadi sumber devisa. Kenyataan ini harus dapat terwujudkan dengan lebih baik melalui pengakuan akan hak dan tanggungjawab tenaga kerja kita di luar negeri. Kebijakan luar negeri di tahun 2010 akan berupaya memastikan bahwa kerangka hukum yang diperlukan bagi keperluan tersebut akan tersedia.
Yang paling penting, kebijakan luar negeri Indonesia dan bahkan setiap diplomasi Indonesia akan terus dipandu dengan prinsip keberpihakan dan perlindungan Warga Negara Indonesia tanpa terkecuali. Satu isu lagi yang diperkirakan akan terus memerlukan perhatian adalah pemberantasan terorisme, politik luar negeri Indonesia akan terus menggunakan berbagai upaya bilateral, regional, dan global untuk mengatasi ancaman ini.
Pembangunan kapasitas kelembagaan akan menjadi kunci utama, demikian juga pertukaran informasi dan intelijen. Namun demikian tidaklah cukup apabila upaya-upaya kita terbatas pada hal ini semata, politik luar negeri Indonesia di tahun 2010 akan terus berupaya mengatasi apa yang disebut sebagai akar permasalahan atau kondisi yang kondusif bagi tumbuhnya terorisme. Interfaith dialogue melalui kerjasama bilateral, regional dan antar kawasan, akan menjadi garis depan diplomasi kita. Keseluruhan spectrum soft power akan menempati perhatian utama kebijakan luar negeri kita.
Pada beberapa pemikiran akhir, saya secara pribadi sangat berkeyakinan bahwa untuk dapat efektif, politik luar negeri memerlukan rasa kepemilikan dan partisipasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan, dengan demikian demokratisasi kebijakan luar negeri akan menjadi kunci upaya kita. Di satu sisi, tentu saja hal ini juga terkait dengan masalah substansi kebijakan luar negeri Indonesia yang harus mencerminkan transformasi demokrasi didalam negeri kita sendiri.
Namun demikian hal ini juga terkait dengan proses mekanisme kebijakan luar negeri yang harus terbuka bagi interaksi dengan para pemangku kepentingan, dan terlebih lagi terbuka bagi berbagai pemikiran dan kesempatan baru, terutama dalam hal ini kemiteraan dan keterlibatan dengan DPR, khususnya Komisi I, sangatlah penting dan sangat kita hargai. Politik luar negeri dan diplomasi harus menjadi kekuatan pemersatu, saya sungguh-sungguh percaya bahwa politik luar negeri Indonesia saat ini berada di persimpangan jalan. Kita memiliki peluang untuk membawa peranan internasional Indonesia ke tataran yang lebih tinggi sebagai negara yang terlibat secara konstruktif di kawasannya sendiri, dan pada saat yang sama mampu memberikan sumbangan secara signifikan bagi isu-isu kepedulian dunia.
Peranan demikian tentu saja harus diupayakan melalui kualitas diplomasi kita, peranan tersebut juga menuntut dedikasi tinggi setiap individu diplomat, seluruh pegawai Kementerian Luar Negeri, perempuan dan laki-laki, secara keseluruhan membentuk mesin diplomasi kita. Dan hari ini saya ingin menyampaikan penghargaan yang sangat tinggi atas dedikasi dan kerja kerasnya selama ini. Diatas itu, politik luar negeri Indonesia di tahun 2010 akan senantiasa menggaris bawahi pentingnya dukungan dan kemiteraan bersama seluruh pemangku kepentingan. Diplomasi.

Hutang Luar Negeri dan Pembiayaan Pembangunan di Indonesia
  1. Modal Asing dalam Pembangunan
Sumber dana eksternal (modal asing) dapat dimanfaatkan untuk mempercepat investasi dan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang meningkat perlu diikuti oleh perbankan struktur produksi dan perdagangan. Modal asing dapat berperan penting dalam mobilisasi dana maupun transformasi struktural. Kebutuhan akan modal asing menjadi menurun segera setelah perubahan struktur benar-benar terjadi.

  1. Motivasi Negara Donor
    Hutang luar negeri yang disalurkan oleh Negara maju ke Negara yang sedang berkembang dan atau Negara miskin tidak dilakukan atas dasar kemanusiaan, tetapi di lakukan atas dasar motivasi ekonomi dan bahkan politik. Hutang luar negeri tidak akan disalurkan tanpa adanya keuntungan yang diperoleh Negara pemberi hutang.

  1. Sumber-sumber pembiayaan Pembangunan Indonesia
    Sumber-sumber pembiayaan untuk pembangunan di Indonesia antara lain berasal dari Dana Perimbangan yang diterima oleh Indonesia khususnya daerah Khusus Ibukota dari modal asing.

  1. Struktur Pembiayaan Pembangunan
    Di saat Orde Baru berkuasa banyak utang luar negeri dibuat dengan dalih untuk membangun BUMN. Bantuan ini telah menginjeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan cara menutup deficit anggaran pembangunan dan deficit neraca pembayaran. Sturuktur pembiayaan pembangunan, dimana peran bantuan luar negeri mencapai lebih dari 50 persen pada Pelita pertama dan keempat. Kendati peranan bantuan luar negeri semakin menurun pada tahun-tahun terakhir, namum persentase masih diatas 35 persen.
    Utang luar negeri sebenarnya merupakan alat politik.
       






Senin, 28 Maret 2011

Perkembangan Pembangunan Sulawesi Utara


Sumber peta: http://santospalanti.wordpress.com/2008/08/08/peta-sulawesi/

PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN SULAWESI UTARA

Sulawesi Utara

Provinsi Sulawesi Utara terletak di ujung Pulau Sulawesi, dan berbatasan dengan Negara Filipina di sebelah utara. Ibu kota Sulawesi Utara adalah Manado. Luas Propinsi Sulawesi Utara adalah 15.272,44 km2. Propinsi Sulawesi Utara terbagi dalam 15 Daerah Kabupaten/ Kota. Penduduk Sulawesi Utara terdiri dari 3 (tiga) kelompok etnis utama, yaitu Suku Minahasa, Suku Sangihe dan Talaud, Suku Bolaang Mongondow. Masing-masing kelompok etnis tersebut terbagi pula dalam sub etnis yang memiliki bahasa, tradisi dan norma-norma kemasyarakatan yang khas serta diperkuat semangat Mapalus, Mapaluse dan Moposad. Dengan demikian, bahasa yang ada di Sulawesi Utara dibagi ke dalam Bahasa Minahasa (Toulour, Tombulu, Tonsea, Tontemboan, Tonsawang, Ponosakan dan Bantik), Bahasa Sangihe Talaud (Sangie Besar, Siau, Talaud), Bahasa Bolaang Mongondow (Mongondow, Bolaang, Bintauna, Kaidipang). Namun demikian Bahasa Indonesia adalah Bahasa Nasional yang digunakan dan dimengerti dengan baik oleh sebagian besar penduduk Sulawesi Utara. Agama yang dianut oleh penduduk di Propinsi Sulawesi Utara adalah Protestan, Katolik, Islam, Hindu dan Budha. 

Sumber: http://www.sulut.go.id/new/?

Lambang Sulawesi Utara




Sumber Lambang:

http://santospalanti.wordpress.com/2008/08/08/peta-sulawesi/








1.Sejarah Perekonomian Sulawesi Utara

Provinsi Sulawesi Utara dalam prospektif regional maupun internasional berada pada posisi yang sangat strategis karena terletak di bibir Pasifik (Pasifik Rim) yang secara langsung berhadapan dengan Negara-negara Asia Timur dan Negara-negara Pasifik, sehingga menjadi lintasan antara dua benua yaitu Benua Asia dan Australia dan dua Samudera yaitu Samudera India dan Pasifik. Posisi strategis ini menjadikan Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang Indonesia ke Pasifik dan memiliki potensi untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dalam AFTA. Komoditi tanaman perkebunan yang potensial di provinsi ini adalah kelapa, cengkeh, pala, kopi, kakao dan vanilli. Sektor Perikanan juga termasuk salah satu sektor unggulan provinsi ini. Komoditi yang dihasilkan berupa perikanan laut dan perikanan darat termasuk perikanan umum, tambak, kerambah dan lain-lain.
Provinsi ini juga memiliki komoditi sekunder yang diunggulkan yaitu dari sektor industri pengolahan yang terdiri atas industri kelapa terpadu, industri minyak goreng kelapa, minyak atsiri, pengolahan kopi, industri makanan dari kacang-kacangan, pengalengan ikan, tepung ikan dan industri ikan beku. Kini juga tengah dikembangkan teknik-teknik baru dalam budidaya perikanan laut, meliputi ikan untuk umpan, ikan kerapu, baronang, rumput laut dan kerang mutiara. Untuk budidaya perikanan darat fokus diarahkan untuk ikan mas dan nila. Dari sektor industri telah banyak perusahaan yang sudah beroperasi dan menanamkan modalnya di provinsi ini. Perusahaan-perusahaan ini bergerak dalam bidang industri pengolahan makanan, minuman, kayu, hasil tambang, batubara, minyak bumi, gas bumi, hasil perkebunan, karet, bahan dasar logam, barang galian furnitur dan industri jasa.
Potensi sumber daya perikanan di Sulawesi Utara sangat potensial. Tetapi, hingga sekarang potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal, terutama di wilayah perairan laut utara Sulawesi Utara, perairan Teluk Tomini, serta perairan darat di Bolaang Mongodow dan Minahasa.
Propinsi Sulawesi Utara juga memiliki kawasan hutan yang potensial. Pemanfaatan hasil hutan baru mencapai sekitar 47,5 % dari seluruh areal hutan produksi yang ada. Jenis hutan yang ada di Sulawesi Utara adalah hutan lindung, hutan PPA, hutan bakau, dan hutan produksi yang terdiri dari hutan produksi tetap, terbatas, dan konversi.
Di bidang pertambangan, sumber daya mineral, seperti tembaga, bijih besi, nikel, emas, serta bahan galian batu kapur, kaolin, sangat potensial untuk dikembangkan secara optimal. Selain itu, di daerah Lahendong, telah ditemukan panas bumi yang potensial untuk dikembangkan menjadi tenaga listrik dengan kekuatan ribuan megawatt.
Pariwisata merupakan salah satu sektor potensial yang dimiliki Sulawesi Utara sebagai salah satu sumber daya ekonominya. Potensi wisata di Sulawesi Utara cukup beragam, di antaranya wisata alam, wisata bahari, dan wisata budaya. Keberadaan taman nasional, seperti Taman Nasional Laut Bunaken dan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, juga berpotensi sebagai salah satu aset wisata alam di Sulawesi Utara.
Sebagai tujuan investasi, provinsi ini juga memiliki berbagai sarana dan prasarana penunjang diantaranya kawasan industri Bitung Industrial Estate yang terletak di Bitung-Sulawesi Utara, Bandara Samratulangi di Manado, Bandara Naha Natuna di Kepulauan Sangihe, Bandara Melonguane di Kepulauan Taulud dan Bandara Mopait di Bolaang Mongondow serta memiliki Pelabuhan UKI dan Kotabunan, Pelabuhan Belang, Pelabuhan Tahuna, Pelabuhan Ulu Siau, Pelabuhan Petta, Pelabuhan Manado, Pelabuhan Marore dan Pelabuhan Bitung.
Letak dan posisi geografis Sulawesi Utara, sebagai wilayah paling utara negara kita dan langsung berbatasan dengan Lautan Pasifik, memiliki potensi yang besar sebagai pintu gerbang keluar-masuknya kegiatan ekonomi regional dan global. Dengan demikian, wila­yah ini mempunyai peluang yang cukup besar untuk mengembangkan kerjasama internasional, khususnya perdagangan dengan negara tetangga yang secara geo­grafis berdekatan, seperti Filipina, dan Malaysia. Jika semuanya itu dapat dilihat secara jeli dan dimanfaatkan, daerah ini akan dapat menggalang kerjasama per­dagangan regional dan internasional yang menguntungkan. Hal itu akan membuat wilayah Sulut men­jadi salah satu pusat ekonomi di Indonesia yang me­miliki prospek cerah. Itulah kelebihan daerah Sulawesi Utara. 
Sumber: http://infosulawesiutara.blogspot.com/2010/02/profil-sulawesi-utara_21.htm


2.Pendapatan Asli Daerah Sulawesi Utara

Keterbatasan kewenangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) bukanlah kendala untuk memperjuangkan aspirasi rakyat, khususnya daerah. Marhany Viktor Poly Pua, senator dari Sulawesi Utara yang telah dua periode menghuni parlemen sudah membuktikannya. Marhany bersama wakil rakyat lainnya telah berhasil mendongkrak kemajuan pembangunan daerahnya. Yaitu, pendapatan asli daerah (PAD) Sulawesi Utara meningkat dari Rp 1 triliun menjadi Rp 12 triliun. Sulut juga telah menempati peringkat ke-2 terbaik di bawah DKI Jakarta, dalam sumber daya manusia. Bahkan Sulut yang sebelumnya hanya memiliki 9 kabupaten dan kota, berhasil memekarkan beberapa wilayahnya. Sehingga sekarang bertambah 7 menjadi16 kabupaten dan kota untuk satu provinsi. Marhany sebagai wakil daerah bersama wakil rakyat lainnya, mendorong program-program pembangunan kepada pemerintah daerah setempat. Saat ini, pihaknya juga tengah memperjuangkan Sulut menjadi wilayah perbatasan sekaligus pintu perdagangan internasional.
Sumber: http://bataviase.co.id/node/617006

3. Hambatan Pembangunan Sulawesi Utara

Sulawesi Utara merupakan daerah yang memiliki lahan dan perairan yang cukup luas. Namun kurangnya sumber daya manusia menghambat Sulawesi Utara dalam melakukan pembangunan. Terkadang sumber daya alam yang ada di daerah tersebut belum dapat dikelola dengan baik dan maksimal sehingga menghambat rencana-rencana dalam pembangunan.

4. Produk Unggulan Sulawesi Utara
 





Taman Laut Bunaken
Sumber Gambar: http://balilanorganizer.wordpress.com/2009/11/26/tempat-yang-indah-untuk-bulan-madu-yang-indah/

Sulawesi Utara telah ditetapkan sebagai satu dari lima daerah tujuan wisata dan satu dari 10 daerah yang dapat menyelenggarakan MICE memiliki objek-objek wisata yang cukup menarik diantaranya Wisata Bahari antara lain Taman Laut Bunaken, Pulau Siladen, Mantehage dan hamparan Taman Laut di Sangihe Talaud, dan Bolaang Mongondow. Wisata Alam antara lain; Taman Nasional Dumoga Bone di Bolaang Mongondow, Cagar Alam Tangkoko Batu Angus di Bitung, Danau Tondok, Gunung Ambang di Bolaang Mongondow dan Sumaru Endo di Danau Tondano. Wisata Peninggalan Sejarah Budaya berupa Kuburan Tua/ Waruga di Sawangan, dan Gua Peninggalan Jepang di Kawangkoan. Wisata Religi antara lain; Bukit Kasih dan Bukit Doa Pinaling. Wisata Pantai antara lain; Pantai Tasik Ria, Pantai Kalasei, Pantai Hais, Pantai Kora-Kora dan Pantai Tanjung Merah di Minahasa, Pantai Molas di Manado, Pantai Molosing dan Labuan Uki di Bolaang Mongondow. Wisata Pemandian Air Panas banyak tersebar di Minahasa bagian tengah seperti di Tondano, Remboken, Passo dan Langowan. Wisata Tirta, untuk jenis wisata ini dapat dinikmati pada hampir semua sungai dan danau yang ada di daerah ini, seperti Danau Tondano dan DAS Tondano serta Danau Moat di Minahasa.
Untuk menunjang kinerja sektor pariwisata ini, terutama aktivitas turis yang berkunjung ke daerah ini baik wisatawan domestik maupun mancanegara, maka telah tersedia sarana dan prasarana seperti; Hotel (taraf Melati s/d berbintang empat), Restoran, dan Industri Wisata serta Art Shop.

Sumber: http://www.sulut.go.id/new/isi.php?vd=menu&id=13&submenu=101

Produk-produk Unggulan Sulawesi Utara antara lain:
1. Pala

Komoditas pala merupakan produk unggulan bagi Sulut, ditandai semakin beragamnya negara pembeli, dengan volume maupun nilai ekspor cenderung bertumbuh. Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengekspor produk turunan pala sebanyak 31,4 ton pada pekan kedua Maret 2011 dengan devisa diperoleh 441.350 dolar AS. ekspor 10 ton bunga pala ke Italia mendatangkan devisa sebanyak 260.000 dolar AS, atau bila dihitung per unit dengan mata uang rupiah kurs saat ini berarti harga jualnya sekitar Rp234 ribu per kg.
Sedangkan biji pala yang berhasil diekspor ke Italia, tercatat sebanyak 15 ton dengan devisa dihasilkan 162.000 dolar AS, sedangkan serbuk pala dengan 6.450 Kg mendatang devisa sebanyak 19.350 dolar AS. Sulut merupakan produsen pala terbesar di Indonesia, dan pemasok terbesar untuk memenuhi kebutuhan dunia, hanya saja meskipun sebagai produsen terbesar tetapi disayangkan belum menjadi penentu harga pala dunia.

Sumber: http://manadotoday.com/puluhan-ton-produk-pala-sulut-ke-italia/
  
2. Ikan Kaleng 

Sulawesi Utara mempunyai kapal penangkap ikan dengan kapasitas lebih dari 30 GT. Posisi yang strategis yaitu dikelilingi laut Banda, laut Sulawesi dan Samudra Pasific membuat Sulawesi Utara sebagai penghasil ikan kaleng. Ikan Kaleng juga merupakan sector andalan Sulawesi Utara. Tingkat permintaan pasar internasional yang tinggi akan produk-produk olahan ikan membuat Sulawesi Utara sering mengekspor Ikan Kaleng ke luar negeri. Tingkat ekspor Ikan Kaleng senilai 14 juta USD. Di Jepang minat konsumsi Ikan Kaleng pun terus meningkat dari tahun ke tahun.

3. Rumput Laut 

Sulawesi Utara terletak di laut terbuka yang sangat baik untuk pertumbuhan rumput laut secara alamiah. Rumput laut di Sulut belum terkontaminasi dengan limbah rumah tangga maupun limbah pabrik sehingga Permintaan produk-produk rumput laut terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan peningkatan industri makanan dan industri pupuk.

4. Kentang

Keadaan Iklim Sulawesi Utara yaitu Tropik, 300- 2000 M dpl, dengan Suhu rata-rata 15-200 c, dan Kelembaban udara 80 % - 90 % membuat Produk kentang menjadi produk unggulan Sulut. Keadaan tanah yang subur dan gembur mengandung bahan organik , (ph) 5,0 - 6,5 juga menjadi salah satu alasan kentang dapat menjadi salah satu produk yang diandalkan.

5. Minyak Kelapa

Provinsi Sulawesi Utara mengekspor minyak kelapa dalam bentuk kasar atau crude coconut oil (CCO) senilai 9,78 juta dolar AS ke Belanda dalam sepekan menjelang Natal 25 Desember 2010. Minyak kelapa kasar akan diolah lagi menjadi berbagai produk pangan maupun kebutuhan masyarakat lainnya. Minyak kelapa kasar selama ini menjadi produk unggulan Sulut, sebab selalu menjadi penyumbang devisa terbesar daerah ini, dengan volume tidak pernah kurang dari 50 persen dari total ekspor. Selain Belanda, minyak kelapa kasar mampu menembus beberapa negara termasuk kawasan Amerika, dengan harga yang terus menunjukkan peningkatan sejak tahun 2009 hingga akhir tahun 2010. Karena terus dominan dari tahun ke tahun, minyak kelapa kasar menjadi komoditas paling diandalkan untuk mendatangkan devisa bagi Sulut.

Sumber:
http://www.bi.go.id/web/id/DIBI/Info_Publik/Ekonomi_Regional/Profil/Sulut/Ekonomi.htm
http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2010/12/19/37289/Sulut-Ekspor-Minyak-Kelapa-ke-Belanda

5. Sumbangan terhadap PAD

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) merupakan penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tahun 2010. Target PAD Sulut tahun 2010 sekitar Rp349 miliar, sementara realisasi pendapatan hingga September 2010 sudah mencapai Rp270 miliar atau sekitar Rp77 persen. Sementara untuk pos PKB dengan target sekitar Rp124 miliar itu, sudah terealisasi atau masuk ke kas daerah sebanyak Rp91 miliar atau sekitar 73 persen. Kemudian pos BBNKB dengan target Rp133 miliar itu, sudah terealisasi atau masuk kas daerah sebanyak Rp110 miliar atau sekitar 83 persen.

Sumber: http://manado.antaranews.com/berita/13608/pkb-bbnkb-penyumbang-pad-terbesar-sulut
 
6. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Pembangunan Sulawesi Utara

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembangunan Sulawesi Utara antara lain adalah :
1. Letak Geografis
2. Faktor Ekonomi
3. Faktor Pemerintahan
4. Sumber daya alam yang dimiliki
5. Ekspor dan Impor

7. Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara

Gubernur Sulawesi Utara: Drs. Sinyo Harry Sarundajang
Wakil Gubernur Sulawesi Utara: Freddy Harry Sualang

1. Dr. GSSJ Ratulangi, dari tahun 1945 - 1949
2. Arnold Achmad Baramuli, dari tahun 1960 - 1962
3. F. J. Tumbelaka, dari tahun 1962 - 1965 
4. Soenandar Prijosoedarmo, dari tahun 1965 - 1966 
5. Abdullah Amu, dari tahun 1966 - 1967 
6. Hein Victor Worang, dari tahun 1967 - 1978
7. Willy Gayus Tambunan, dari tahun 1978 - 1979  
8. Erman Harirustaman, dari tahun 1979 - 1980 
9. Gustaf Hendrik Mantik, dari tahun 1980 - 1985
10. Cornelis John Rantung, dari tahun 1985 - 1995
11. Evert Ernest Mangindaan, dari tahun 1995 - 2000
12. Adolf Sondakh, dari tahun 2000 - 18 Maret 2005
13. Lucky Harry Korah, dari 18 Maret 2005 - 13 Agustus 2005
14. Sinyo Harry Sarundajang, dari 13 Agustus 2005 - sekarang

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Utara
http://www.sulut.go.id/new/?

Nama:
Taviani Kumaladewi (29210590)
Soraya Imaniar (26210661)
Kelas : 1EB15

Senin, 28 Februari 2011

INTERPRETASI DALAM DEMOKRASI EKONOMI


A.         Makna Pembangunan
Dalam konteks ini kiranya cukup memadai guna merumuskan pembangunan sebagai suatu proses perubahan yang terus menerus menuju perbaikan di segala bidang kehidupan masyarakat.Dengan proses pembangunan umat manusia diharapkan semakin mampu mengelola alam bagi peningkatan kesejahteraannya.Tetapi tidak menghendaki mengeksploitasi anugrah alam disekitarnya.Dari uraian tersebut jelaslah bahwa pembangunan ekonomi hanya merupakan suatu subset saja dan suatu proses pembangunan. Juga, makna pembangunan ekonomi tidak sebatas pertumbuhan.
Pembangunan ekonomi, Tidak akan dapat memberikan hasil yang berarti bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat tanpa disertai dengan pembangunan dibidang-bidang lain yang tak kalah pentingnya.Dalam konteks pembangunan nilai-nilai universal menunrut proses demokratisasi dibidang ekonomi.Kebijakan ekonomi dituangkan sacara transparan.Juga, kebijakan ekonomi harus menjamin adanya mekanisme kompensasi kepada pihak-pihak yang dirugikan.Dalam kaitan ini, demokratisasi ekonomi tidak akan banyak berarti tanpa disertai dengan pembaruan politik.
B.         Dimana kita kini?
Tidak dapat disangkal bahwa pertumbuhan ekonomi yang pesat selama kurun waktu 1968-1992, telah mengubah wajah perekonomian indonesia dan meningkatkan taraf hidup masyarakat indonesia secara keseluruhan.Pembangunan selama hampir 25tahun terakhir telah banyak mengubah "wajah" Indonesia. Kalau pada awal tahun limapuluhan Indonesia termasuk negara yang paling miskin didunia, dengan pendapatan perkapita lebih rendah dari negara india dan paskistan, kini jumlah penduduk miskin telah berhasil ditekan menjadi hanya 15persen dari jumlah penduduk. Pembangunan nasional merupakan upaya-upaya peningkatan semua segi kehidupan bangsa, yang pada hakekatnya merupakan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia.
C.         Demokratisasi,pertumbuhan dan pemerataan
beberapa hal untuk mengupayakan pembangunan dengan basis yang kokoh dan berkesinambungan
1.mengingat SDA kita yang melimpah diupayakan agar kita juga memiliki SDM yang terampil dan dapat diandalkan untuk mengolah SDA tersebut seoptimal mungkin tanpa harus mengeksploitasinya.

2.mengarahkan perekonomian berdasarkan kekuatan-kekuatan pasar pemerintah dengan segenap jajarannya harus memperkuat infrastuktur-infrastrukturnya.

3.mengutamakan aspek keseimbangan,keselarasan, dan keserasian, begitu pulalah yang dituntut dari suatu proses pembangunan.

4.harus selalu dijaga adanya transparansi dan konsistensi bagi setiap kebijakan.

5.hendaknya strategi yang terlalu menekankan pada jangka pendek seperti taktik "coba dan gagal" tidak dibiasakan

DAFTAR PUSTAKA
Faisal Basri, Perekonomian Indonesia

Senin, 29 November 2010

Pengantar Bisnis-Tugas bulan November

ANEKA CITRA SNACK


Aneka citra snack adalah sebuah industri rumahan yang menjual berbagai makanan ringan olahan rumah (home industry). Outlet ini dibangun bermula dari sebuah toko yang dijual dari warung ke warung sampai sekarang sudah berada hampir disemua mall di Jakarta. Bahkan sekarang outletnya sudah tersebar sampai ke seluruh Indonesia. Aneka citra snack memiliki berbagai macam jenis snack dari goreng-gorengan, permen, coklat, sampai asinan tersedia disana. Pemilik mengembangkan usaha ini karena ingin memenuhi kebutuhan konsumen akan makanan ringan. Jadi pemilik mendekatkan outlet-outlet kepada konsumen dengan memperbanyak outlet.
 Modal yang dipakai sekitar Rp 500.000., dan laba yang dihasilkan mencapai kurang lebih 20% dari modal perhari. Penentuan naik atau turunnya harga ditetapkan menurut keseimbangan harga di pasaran. Aneka citra snack juga memberikan diskon khusus kepada pemegang kartu diskon aneka citra snack. Promosi dan informasi tentang aneka citra snack disebar melalui banner, selembaran, bahkan dari mulut ke mulut. Biasanya dalam satu outlet aneka citra snack terdapat minimal 4 orang pegawai. Aneka citra snack juga menerima pembelian secara banyak atau untuk dijual kembali. Tapi outlet ini tidak memberikan pembayaran secara kredit atau hutang.
(sumber: Bpk.Gunawan,karyawan outlet aneka citra snack thamrin city)

Selasa, 02 November 2010

tugas studentsite

saya memilih layanan studentsite untuk dianalisis

studentsite adalah layanan yang dfungsinya untuk memudahkan kita mengetahui informasi-informasi seputar kegiatan kuliah.Didalam studentsite terdapat banyak layanan yang berguna bagi kita para mahasiswa gunadarma dalam menggunakannya.studentsite juga wajib dimiliki oleh setiap mahasiswa gunadarma.tetapi disamping kelebihannya pada studentsite juga terjadi kelemahannya yaitu diantaranya adalah seringnya terdapat error system saat ingin melakukan pengiriman tugas,atau studentsite sering kali tidak bisa dibuka linknya dan errornya bisa sampai 2-3 hari.

didalam layanan ini terdapat :

Mahasiswa bisa membaca berita-berita terkini tentang Universitas Gunadarma yang juga dimuat di situs resmi universitas. Selain itu, segala berita akademis yang bersumber dari BAAK juga dapat dipantau dalam suatu fitur STUDENT SITE, yaitu LOCKER. Seperti halnya loker biasa yang dapat menyimpan berbagai barang pribadi si pemilik, fitur LOCKER ini juga meyimpan pesan dosen (Lecture Message) yang diberikan oleh dosen dari mahasiswa yang bersangkutan, Rangkuman Nilai, Jadwal Kuliah , dan Jadwal Ujian. Jadi dengan hanya membuka “LOCKER”, mahasiswa bisa tahu semua hal yang terkait dengan kegiatan akademisnya di Universitas Gunadarma.

Selain locker, STUDENT SITE juga memuat fitur ADDRESS BOOK yang dapat dimanfaatkan untuk mengelola alamat-alamat email kolega dari mahasiswa yang bersangkutan.

Fitur bermanfaat lainnya yang dapat digunakan adalah CALENDAR. Fitur ini memungkinkan si mahasiswa mengatur jadwal hariannya selayaknya agenda. Dengan demikian, tidak ada kegiatan yang terlewatkan atau terlupakan. Mahasiswa juga dapat menyimpan dan mengelola file-file yang dimilkinya dengan fitur FILE MANAGER.

Fitur lain yang juga menjadi daya tarik dari fasilitas STUDENT SITE adalah FORUM. Mahasiswa dapat berkomunikasi dan bertukar pikiran mengenai suatu topik yang sedang hangat saat ini dengan rekan-rekan sejawatnya melalui fitur ini. Fitur lain yang satu haluan dengan fitur FORUM, adalah POLLS. Dengan fitur ini, mahasiswa bisa menjaring pendapat rekan-rekannya mengenai suatu topik, peristiwa maupun fenomena yang sedang terjadi.

Selain itu, mahasiswa juga memperoleh fasilitas email dengan kapasitas 100 MB. Fitur email ini dapat diakses dalam satu layar (window) aplikasi dengan STUDENT SITE, sehingga si mahasiswa tidak perlu mengaktifkan aplikasi browser lagi untuk melihat ataupun membuat surat elektronik. Fitur ini juga menyediakan komponen yang sudah umum seperti filtering, managing folder, deleting, dan lainnya. Kapasitas yang besar juga membuat mahasiswa lebih fleksibel untuk mengatur aktivitas surat menyurat elektroniknya.

Fitur BOOKMARK adalah fitur yang harus dimanfaatkan oleh mahasiswa yang sering mencari informasi melalui internet, terutama jika mereka memiliki situs favorit yang sering mereka kunjungi. Karena dengan fitur ini si mahasiswa dapat menyimpan URL situs favoritnya tersebut untuk referensi di kemudian hari.(sumber:http://www.gunadarma.ac.id/id/page/semakin-mudah-dan-nyaman-dengan-student-site.html)

Sabtu, 30 Oktober 2010

tugas firma taviani kumaladewi 29210590 1eb15

firma

Firma adalah sebuah bentuk persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan memakai nama bersama. Pemiliki firma terdiri dari beberapa orang yang bersekutu dan masing-masing anggota persekutuan menyerahkan kekayaan pribadi sesuai yang tercantum dalam akta pendirian perusahaan (http://id.wikipedia.org/wiki/Firma)

Firma adalah suatu bentuk persekutuan yang diatur dalam Bab III Bagian I Buku I KUHD. Sebagaimana halnya dengan Maatschap dan CV, maka firma juga harus didirikan oleh minimal 2 orang atau lebih. Firma adalah bentuk umum dari CV, karena dalam firma tidak ada pembatasan mengenai haruus adanya minimal 1 orang Persero aktif dan 1 orang Persero Pasif (komanditer). Jadi, bisa dikatakan bahwa seluruh persero/sekutu dalam firma adalah persero pengurus dan berhak untuk melakukan perbuatan hukum keluar mewakili Firma, kecuali ditetapkan lain dalam anggaran dasarnya.
Keunikan dari Firma dan membedakan dari bentuk Maatschap dan CV adalah: Nama Bersama. Para Persero dalam firma bersekutu untuk mendirikan suatu usaha, dengan menggunakan nama yang akan mereka sandang bersama-sama. Contohnya adalah: “Richard and Sons”
Semua persero dalam Firma memiliki kedudukan yang sama dan sama-sama berwenang untuk melakukan perbuatan hukum keluar, sepanjang kewenangannya tidak dibatasi dalam anggaran dasarnya. 

Berdasarkan pasal 18 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang, masing-masing sekutu tersebut berkewajiban untuk menanggung seluruh perbuatan hukum yang dilakukan oleh sekutu lainnya secara tanggung renteng. Tanggung renteng tersebut tidak terbatas hanya pada harta kekayaan dari para persero yang di kontribusikan ke dalam Firma, melainkan juga termasuk harta pribadinya yang berada di luar persekutuan. Maksudnya bagaimana sih?
Jadi begini:
Joko, Koko dan Lintang tiga orang bersaudara kandung memutuskan untuk mendirikan suatu Firma untuk menjalankan usaha di bidang penyewaan bis malam yang diberi nama: Firma Joko Bersaudara yang di singkat menjadi “Fa Joko Bersaudara”. Dalam menjalankan transaksi bisnisnya, Joko meminjam uang pada Machmud sejumlah Rp. 100jt. Pada saat waktu untuk mengembalikan uang tersebut tiba, Machmud datang menagih hutang tersebut kepada Arief. Tapi pada waktu di tagih, Joko sedang berada di Yogyakarta. Oleh karena itu, walaupun yang berhutang adalah Joko, maka Machmud dapat menagihkan pembayaran atas piutangnya tersebut kepada Koko atau pun Lintang, masing-masing untuk jumlah yang sama besarnya, yaitu sebesar Rp. 100jt. Jika uang kas dalam Firma tersebut hanya Rp. 50jt, maka Koko atau Lintang berkewajiban untuk “menalangi” sisanya dari uang pribadinya. Diantara Joko, Koko, Lintang tersebut nantinya akan dibuatkan perhitungan berdasarkan kesepakatan.

Demikian pula jika Firma tersebut bangkrut dan tidak cukup untuk membayar hutang-hutang Firma, maka Joko, Koko dan Lintang harus membayarkan hutang-hutang tersebut dari uang pribadinya masing-masing tanpa adanya suatu pembatasan tertentu.
Melihat resiko dan konsekwensi tersebut, maka biasanya Firma didirikan oleh orang-orang yang memiliki hubungan keluarga atau merupakan suatu usaha keluarga. Walaupun tentu saja tidak tertutup kemungkinan pendirian Firma oleh orang-orang yang sama sekali berbeda.
Pendirian Firma ini juga sering digunakan untuk bentuk Firma Hukum.
Tata cara pendirian dan pengurusan ijin-ijin yang diperlukan untuk pendirian suatu Firma, adalah sama seperti halnya CV. Yaitu biasanya didirikan dengan menggunakan akta Notaris, dan kemudian di daftarkan di Pengadilan Negeri setempat letak domisili hukum Firma tersebut.(sumber:irmadevita.com/category/cvfirmapersekutuan-perdata)

Ciri-ciri Firma
Ciri –ciri bentuk badan usaha firma adalah:a. Anggota firma biasanya sudah saling mengenal dan saling mempercayai.b. Perjanjian firma dapat dilakukan di hadapan notaris maupun di bawah tangan.c. Memakai nama bersama dalam kegiatan usaha.d. Adanya tanggung jawab dan resiko kerugian yang tidak terbatas.

Keunggulan Firma
Walau firma memiliki kerugian berupa pembayaan hutang perusahaan yang ditanggung setiap pribadi pendiri firma, namun masih banyak orang yang menggunakan system firma. Alasannya karena :
Mudah untuk mendapat dana, karena pemilik firma ada lebih dari satu sehingga para pemiliknya akan mampu menyediakan dana yang lebih banyak.
Lebih mudah untuk mendirikan, karena persyaratan yang diajukan tidak terlalau sulit.
Ada pembagian tugas kerja ang jelas sehingga akan menjadi lebih efektif dan efisien dalam menjalankan usahanya.
Keputusan diambil bersama-sama sehingga ada kesepakatan.
Sekutunya lebih sungguh-sungguh dalam mengelola perusahaan dikarenakan mereka berperan aktif serta mengingat resiko-resiko perusahaan yang ditanggung pribadi.
Lebih terbuka atau terang-terangan terhadap pihak ketiga, sehingga akan mendapatkan kepercayaan yang lebih dibanding Persekutuan Perdata yang dianggap usaha perseorangan oleh pihak ketiga.

Jadi bagi walau firma memilki tanggung jawab tanggung renteng yaitu tanggung jawab yang saling tak terbatas dan solider, namun orang lebih memilihnya karena keseriusan dari anggota-anggota firma dapat terlihat. Juga karena kemudahannya untuk didirikan, serta alas an-alasan yang lain yang sudah diutarakan sebelumnya. Maka tidak mengherankan jika banyak yang masih memilih firma sebagai usahanya.  (sumber:http://catatandiatasawan.blogspot.com/2009/06/firma.html)


Sabtu, 16 Oktober 2010

lingkungan perusahaan/pengantar bisnis

Keberadaan suatu perusahaan tidak terlepas dari pengaruh lingkungan.  Lingkungan perusahaan mengalami perubahan yang cukup drastis dan dinamis yang mengakibatkan persaingan yang ketat antara perusahaan. Faktor lingkungan ini tidak dapat diabaikan begitu saja tetapi perlu mendapat perhatian yang mendalam dari para manajer. Untuk dapat berkembang atau setidak-tidaknya dapat bertahan pada kondisi lingkungan yang selalu berubah, pihak manajemen dituntut untuk dapat membuat perencanaan yang matang baik rencana jangka pendek maupun rencana jangka panjang untuk mencapai tujuan perusahaan.
Faktor lingkungan ini terutama berpengaruh terhadap perubahan strategi sehingga para manajer perlu menganalisis lingkungan secara sistematis. Suatu perubahan situasi dan kondisi lingkungan, di satu sisi bisa menjadi peluang dalam peningkatan laba bagi perusahaan, tetapi tidak menutup kemungkinan akan menjadi ancaman bagi kelangsungan hidupnya. Hal ini terjadi jika perusahaan tidak berhasil menyesuaikan kegiatan usahanya dengan perubahan lingkungan yang ada. Analisis lingkungan memberikan kesempatan bagi perencana strategi untuk mengantisipasi lingkungan dan membuat rencana untuk melakukan alternatif terhadap pilihan ini.
Analisis lingkungan secara sistematis dan efektif juga membantu perencana strategi untuk mengembangkan sistem pencegahan dini untuk menghindari ancaman, atau mengembangkan strategi yang dapat mengubah ancaman menjadi keuntungan bagi perusahaan. Pengambilan keputusan untuk penyusunan strategi ini harus didasarkan pada pengalaman masa lalu, kondisi sekarang dan situasi yang akan datang dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, teknologi pasar dan persaingan, kebijaksanaan pemerintah serta kemampuan manajemen yang meliputi aspek pemasaran, keuangan, produksi, dan personalia.
Manajemen perlu memperhatikan lingkungan bisnis sekitarnya agar dapat menentukan faktor-faktor dalam lingkungan yang merupakan kendala dalam pelaksanaan strategi dan tujuan perusahaan saat ini dan faktor-faktor lingkungan apa saja yang memberikan peluang terhadap pencapaian tujuan dengan cara penyesuaian strategi perusahaan. Perusahaan kadang-kadang merasa yakin bahwa dirinya mempunyai kekuatan sehingga merasa tidak perlu memperhatikan hal-hal yang terjadi di lingkungan sekitarnya akibatnya mereka mengalami penurunan dalam prestasi dan tidak dapat mencapai tujuan yang ditetapkannya. Hal ini dapat terjadi jika perusahaan tidak lagi melakukan penyesuaian strategi terhadap lingkungannya atau tidak peka terhadap tuntutan lingkungan. Dari analisis lingkungan ini perusahaan dapat mengetahui gambaran lengkap mengenai ancaman dan peluang baginya sehingga mereka dapat menerapkan strategi yang paling efektif bagi kelangsungan hidup dan perkembangan perusahaan.
(sumber:http://duniaonline.dikti.net/analisis-lingkungan-dalam-penetapan-strategi-perusahaan-studi-kasus-pada-rumah-sakit-umum-daerah-dr-saiful-anwar-malang/)